Kumpulan Kata-kata Untuk Bapak Tersayang
Menjadi seorang bapak adalah keputusan yang cukup berani untuk dipilih bagi seorang laki-laki.
Mereka tidak lagi memfokuskan segala hal untuk diri sendiri, melainkan juga membagi kepada sang istri dan anak tercintanya.
Bukan hanya sekedar materi, tapi seluruh aspek kehidupan sudah menjadi tanggung jawab bagi seorang lelaki ketika dirinya sudah memutuskan untuk menjadi sosok bapak.
Berikut ini adalah kumpulan kata-kata bagi seorang figur bapak.
Berani menjadi sosok bapak adalah pilihan hidup ksatria bagi seorang pria.
Mereka rela terlihat tertawa padahal terluka didepan istri dan anak tercinta.
Terkadang hanya dengan sebatang rokok dan segelas kopi cukup untuk menenangkan diri dibalik kebisingan isi kepala yang selalu menghampiri.
Walaupun banyak yang membenci dan mencaci, tetapi demi melihat senyum anak istri, bapak rela tersakiti.
Hidup terasa cepat, sampai aku tak sadar sudah menjadi dewasa dan tidak merasakan dekapannya lagi.
Mereka rela kehilangan banyak waktunya hanya untuk bisa melihat anak istri tertawa.
Bukan berarti bapak keras karena benci padamu, akan tetapi bapak hanya takut kamu tidak bisa apa apa di suatu nanti.
Pak, senyummu adalah pelega hatiku.
Maafkanlah aku yang dulu pernah menganggap mu tidak berguna, aku baru sadar seberapa penting kehadiranmu ketika engkau telah tiada.
Banyak orang berencana, semua itu diusahakan dan dikerjakan, bukan hanya sekedar omongan. Dan engkau bapak adalah bukti nyata perwujudannya.
Engkau adalah perwujudan malaikat penjaga yang tidak terlihat secara kasat mata apa yang telah engkau perjuangkan di dunia.
Walaupun banyak orang menganggap uang bukan segala-galanya, akan tetapi tanpa uang kita lelaki juga bukan apa apa.
Terus memberi dengan sepenuh hati, dan apa yang akan terjadi nanti selalu dinikmati, itulah sifat lelakimu sebagai bapak dan suami.
Ibarat kata matahari belum ada, engkau rela meninggalkan rumah untuk bekerja, dan kembali pulang lagi ketika sang gelap tiba.
Entah seberapa besar rasa lelah dan sabar yang engkau terima dari tanggungjawab besar sebagai kepala keluarga.
Mungkin aku bukan perangkai kata yang sempurna, tapi hanya ada satu kalimat sederhana yang ingin ku ungkapan dengan sepenuh jiwa, yaitu adalah terimakasih untuk segalanya.
Rayakan lah hidupmu, bersenang-senang lah dari segala apapun yang telah engkau perjuangkan selama ini.
Memang seringkali kita berbeda pendapat bahkan sampai bertengkar hebat. Dan entah mengapa aku baru tersadar bahwa kita memang kurang memahami satu sama lain.
Terkadang memang terasa berat untuk dipikirkan. Dan ternyata pada faktanya, kita hanya tidak berani untuk mencobanya saja.
Tidak ada hubungan yang nyaman ketika tidak ada rasa kepercayaan di dalamnya.
Terimakasih telah menjadi matahari yang selalu menyinari dalam setiap kisah perjalanan hidupku ini.
Terimakasih engkau telah menjadi rumahku berteduh dari setiap cobaan yang datang dalam hidup ini.
Terimakasih telah menjadi pelega dahaga akan segala pertanyaan cerita hidupku ini.
Maafkanlah aku yang belum bisa mewujudkan segala ekspektasi mu, tapi aku perjuangkan semua itu dengan caraku sendiri.
Terimakasih telah menjadi mesin penggerak dalam setiap langkah perjalanan hidupku ini.
Aku sadar bahwa tidak akan pernah bisa membalas segala jasa yang telah engkau berikan pada hidupku. Tapi aku akan menebusnya kelak di kemudian hari melalui cucu mu nanti.
Biarlah waktu yang akan membawa cerita nanti ketika kelak aku sudah menjadi dewasa dan aku memiliki peran sepertimu sebagai seorang bapak.
Jalani semua yang telah terjadi, biarkan takdir membawa kita entah sampai mana kedepannya nanti.
Jangan pernah menyiksa diri dengan persepsi. Jalani, lakukan, dan nikmati segala hal yang sedang terjadi.
Hujan panas matahari selalu engkau hadapi demi untuk bisa membuat anak istri bisa tersenyum setiap hari.
Lihatlah mereka yang tidak bisa merasakan bahkan tidak punya sosok bapak sebagai pemimpin keluarga. Maka selalu syukurillah selagi masih ada.
Bukalah mata hatimu bahwa waktu tidak bisa diputar kembali. Maka hormatilah, sayangilah, dan cintailah sebelum engkau merasakan kosongnya dunia ini jika sudah tidak ada sosoknya.
Mungkin tidak pernah terlihat rapi atau bahkan sampai mengenakan dasi. Tapi beliau selalu mengusahakan untuk tetap bisa memberi dengan sepenuh hati.
Jangan sampai terbodoh i oleh ego dan emosi sehingga itu akan membuat kita menyesal di kemudian hari nanti.
Walaupun secara usia aku sudah bisa dibilang dewasa dan berumur, aku tetap membutuhkan dia sebagai pemimpin bagiku.
Seandainya memang kita tidak bisa selalu bisa bersama, setidaknya suatu saat nanti kelak kita tetap masih bisa berjumpa.
