Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Pengalaman Membuat SIM Di Polres Sleman

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke Polres Sleman dengan niat memperpanjang SIM. Ternyata masa berlaku SIM saya sudah habis. Menurut ketentuan yang berlaku, mau tidak mau saya harus membuat SIM baru. 

Nah, sekalian bisa jadi pengingat bagi kalian: kalau terlambat memperpanjang SIM, aturannya memang harus buat baru.



Bagi kalian yang ingin tahu tata cara dan estimasi biayanya, berikut pengalaman saya membuat SIM baru di Polres Sleman:

 

 Langkah 1 — Fotokopi KTP

Pertama, bawa KTP lalu pergi ke tempat fotokopi yang ada di seberang Polres Sleman. Biayanya cukup murah, hanya 2.000 rupiah untuk 3 lembar fotokopi KTP.

 

 Langkah 2 — Tes Psikologi

Selanjutnya ke tempat tes psikologi. Siapkan sekitar Rp110.000 untuk biayanya. Nanti petugas akan memberikan kertas untuk diisi, lalu hasilnya diserahkan kembali ke petugas.

 

 Langkah 3 — Tes Kesehatan

Kemudian ke tempat tes kesehatan dengan biaya sekitar Rp30.000. Di sana biasanya dicek tekanan darah dan penglihatan. Setelah selesai, kamu akan menerima hasil tesnya.


Pendaftaran di Polres


Setelah semua berkas siap, menyeberang ke Polres Sleman. Gedung pembuatan SIM ada di lantai dua. Kalau bingung, cukup bilang ke petugas: "Mau bikin SIM baru."

 

- Ke Loket 1 (Pendaftaran) 

serahkan semua berkas: fotokopi KTP, hasil tes psikologi, dan hasil tes kesehatan. Bilang saja mau buat SIM baru.

- Tunggu dipanggil, nanti akan disuruh mengisi formulir. Alat tulis sudah tersedia di sana. Setelah diisi, kembalikan ke Loket 1.

- Ke Loket 3 

di sini antriannya biasanya cukup banyak. Prosesnya: foto wajah dan perekaman sidik jari.

Setelah itu, kamu akan diarahkan ke ruangan untuk tes teori.

Di ruangan ujian teori, nanti kalian akan disuruh duduk di depan komputer. Ujiannya sudah pakai sistem komputer. Soal-soalnya muncul di layar dan kalian tinggal mengisinya.

Ada batas waktu, jadi hati-hati jangan sampai kehabisan waktu sebelum selesai menjawab. Jujur saya lupa jumlah soalnya berapa.

Tapi ada sedikit saran dari saya: sebelum ujian teori, sebaiknya belajar dulu. Kalian bisa cari materi di YouTube, sudah banyak yang menyediakan bahasan yang isinya kurang lebih sama dengan soal ujian teori nanti. 

Cari saja dengan kata kunci: ujian teori SIM 2026, nanti banyak video muncul. Pelajari itu, jadi lebih siap saat menjawab soal nanti.

Setelah selesai menjawab, nilainya langsung muncul. Seingat saya, nilai minimal lolos adalah 70. Kalau nilainya di bawah itu, harus mengulang ujian dan bisa datang lagi maksimal dalam dua minggu. Secara keseluruhan, kalian diberi tiga kesempatan untuk ujian teori maupun ujian praktek.

 

Kalau lolos ujian teori, langkah berikutnya adalah ujian praktek. 

Tempatnya di lantai atas gedung. Bisa hari itu juga atau di hari lain, tergantung kebijakan. Sama seperti ujian teori, di sini juga diberi tiga kesempatan.

 

Kalau lolos, tinggal lanjut prosesnya. Kalau belum lolos, surat hasil tes psikologi biasanya dikembalikan, tapi kalian harus mengulang dari awal lagi—mulai dari pendaftaran dan harus bayar tes kesehatan lagi. Jadi prosesnya mulai dari awal ya.

 

Nah, kalau sudah lolos ujian teori maupun praktek, kembali ke Loket 1. 


Bilang ke petugas mau menyerahkan hasil kelulusan ujian. 

Di sini kalian akan disuruh membayar biaya pembuatan SIM. Untuk SIM C biayanya sekitar Rp100.000, untuk jenis SIM lainnya saya lupa, jadi kalian cek sendiri ya. 

Setelah membayar, berkas dikembalikan dan petugas akan mengarahkan kalian untuk datang di hari berikutnya untuk mengambil SIM, tepatnya di Loket 5.

 

Tinggal datang lagi keesokan harinya, ke Loket 5, serahkan KTP, bilang ke petugas mau ambil SIM, dan selamat—SIM baru kalian sudah jadi.


Perhatian. 

Syarat, ketentuan, biaya, aturan, mungkin bisa berbeda dan berubah di lain waktu.

Cerita di atas hanya sebagai gambaran dan refrensi bagi kalian yang ingin membuat SIM baru.