Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Cara Kerja Otak Dalam Penggunaan Dopamin

Banyak orang di jaman sekarang yang bisa betah berjam-jam dengan bermain smartphone atau menonton video di layar laptop dengan begitu fokusnya. Tetapi kalau disuruh belajar atau membaca buku selama setengah jam saja sudah tidak kuat.

Meskipun pada umumnya banyak orang yang tahu kalau belajar dan membaca buku adalah aktivitas yang memiliki lebih banyak manfaat untuk masa depan.

Orang cenderung memilih aktivitas yang mudah dan lebih menyenangkan daripada harus bersusah payah melakukan sesuatu, walaupun mereka tahu banyak manfaat yang akan didapat untuk masa mendatang.

Itulah yang menyebabkan seseorang merasa kurang termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Lalu apakah ada cara untuk kita bisa lebih termotivasi dan lebih semangat dalam menjalani aktivitas yang sedang atau akan kita kerjakan?



Memahami Cara Kerja Dopamin

Pertama kita harus tahu tentang neurotransmmitter pada otak kita yaitu, Dopamin.

Banyak orang yang menganggap kalau dopamin adalah senyawa yang dapat membuat rasa senang pada otak manusia. Tetapi bukan itu saja fungsi dari dopamin.

Dopamin juga berfungsi untuk membuat seseorang lebih menginginkan sesuatu, dan kinginan itulah yang memicu kita termotivasi untuk bangkit dan menyelasaikan pekerjaan.

Otak manusia akan cenderung meprioritaskan aktivitas yang lebih banyak melepaskan dopamin. Karena akan mendapatkan imbalan kesenangan secara instan, sehingga terpacu untuk terus melakukannya walaupun itu sebenarnya tidak ada manfaatnya, bahkan cenderung tidak baik untuk jangka panjang. Karena otak tidak peduli bahwa aktivitas dopamin yang tinggi itu merusak.

Contoh kasusnya seperti diatas. Banyak orang cenderung memilih bermain smartphone ketimbang membaca buku. Karena bermain smartphone melepaskan lebih banyak dopamin dan dapat dilakukan dengan mudah sehingga mereka senang akan aktivitas tersebut.

Walaupun kita tahu akan banyak dampak buruk kedepannya. Tetapi otak manusia tidak peduli dampak buruk itu. Karena yang otak inginkan hanyalah kadar dopamin yang tinggi.

Masih banyak contoh aktivitas manusia yang mudah untuk melepaskan dopamin tinggi dan berdampak buruk untuk kehidupannya. contohnya bermain sosial media, bermain game, menonton bokep, narkoba, mabuk, dll.

Toleransi Dopamin Di Otak

Ketika otak manusia terbiasa memiliki kadar dopamin yang tinggi, lama-lama hal itu menjadi sesuatu yang normal dan mengembangkan toleransi dopamin di otak.

Tentu ini akan menjadi masalah besar, karena aktivitas yang tidak memberi banyak dopamin, akan menjadi tidak menarik lagi. Sehingga sulit untuk termotivasi dan semangat dalam melakukan aktivitas kesehariannya.

Itulah penyebab kenapa orang mudah merasa bosan, tidak bersemangat, kurang termotivasi, hidup seperti datar-datar saja, dll. Karena aktivitas yang mereka lakukan, tidak mampu mencukupi kadar dopamin yang dibutuhkan.

Jika sudah seperti itu, sedihnya lagi adalah orang akan susah untuk melakukan aktivitas pengembangan diri, seperti belajar, bersosialisasi, bekerja, dll. Karena hal itu tidak menarik lagi baginya. Tentunya jika hal itu dibiarkan secara terus-menerus, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia ke depannya.

Menormalkan Fungsinya Kembali

Lalu adakah cara untuk mengembalikan fungsinya supaya normal kembali?

Pertama cobalah menyisihkan satu harian penuh untuk menghindari aktivitas yang dapat membanjiri otak dengan dopamin tinggi. Hal itu dilakukan supaya reseptor dopamin bisa kembali pulih.

Selama satu harian penuh, hanya akan mendapatkan kesenangan yang sangat sedikit. Jauhi hp, laptop, komputer, tv, dll, yang dapat memicu dopamin tinggi.

Intinya harus menghapus semua sumber kesenangan eksternal sepanjang hari.

Dari situ maka hanyalah rasa bosan, jenuh, kesal, dll. Tapi cobalah konsisten dan jangan gagal mencobanya.

Jika merasakan kebosanan cobalah untuk pergi jalan-jalan ke luar, membaca buku, atau merenung dengan diri sendiri. Renungkan tentang tujuan hidup, langkah apa yang harus diambil, dll. Tuliskan dalam selembar kertas tapi bukan di smarthpone atau laptop.

Hal di atas perlu di lakukan secara konsisten dan harus tegas pada diri sendiri, jika sudah punya kesadaran serta ingin hidup ke arah yang lebih baik.

Contoh Cara Kerjanya

Jika sudah paham dengan cara kerjanya, kita bisa menggunakan aktivitas dengan dopamin tinggi sebagai hadiah dari pekerjaan sulit yang sudah dikerjakan.

Sebagai contoh
Saya akan menulis seribu kata dalam satu artikel. Jika hal itu belum terselesaikan, maka saya tidak akan bermain smartphone sampai tugas itu kelar. Saya akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas itu, karena akan dapat bermain smartphone setelahnya.
Akan berbeda cerita ketika saya lebih memilih untuk bermain smartphone terlebih dahulu. Pasti hanya ada rasa malas jika disuruh untuk menulis artikel dan menjadi beban jika harus melakukannya.
Hal itu bisa terjadi karena kadar dopamin yang diberikan dari bermain smartphone lebih tinggi jika dibandingkan dengan menulis artikel.

Dopamin sangat diperlukan oleh manusia, tetapi kita harus bijak dalam menggunakannya. Cobalah mengontrol dopamin untuk aktivitas yang memberikan banyak manfaat bukan untuk hal yang sia-sia untuk hidup kita.

Mulai sekarang, seharusnya kita sudah tau cara kerja dopamin di otak. Maka dari itu, sebaiknya kita juga harus belajar tentang menggunakan waktu yang kita miliki dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk mengusir rasa bosan yang hinggap di kehidupan kita.