Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berhenti Mengejar Kebahagiaan Sementara dan Mendapatkankan Kepuasan Hidup

Salah satu hal yang menyebabkan manusia merasa mempunyai masalah dalam hidupnya didasari dari rasa bahagia yang tidak mereka dapatkan.

banyak orang menganggap kalau sumber bahagia adalah sesuatu yang belum dimilikinya. Seperti contohnya orang yang belum punya uang menganggap kalau uang adalah sumber bahagiannya.

Jika demikian adanya, kenapa ada orang kaya punya segalanya termasuk kepopuleran, intinya kalau dibandingkan dengan manusia lain, mereka seperti mempunyai segalanya.

Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mengapa mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak merasa bahagia?

Ketika kita tidak sedang bahagia, semua bisa terasa hampa tanpa ada hal yang menarik dari sudut pandang diri kita.

Bahkan melakukan hal yang kita senangi saja, semua tidak terasa menyenangkan seperti perasaan sebelumnya.

Pasti banyak orang di luar sana, selain diri kita sendiri yang merasakan hal yang sama. Jadi itu adalah hal yang normal.

Tapi ketika perasaan itu bertahan berbulan-bulan bahkan tahunan, lebih disarankan untuk pergi langsung ke orang yang sudah ahli, yaitu seorang psikolog atau psikiater.

Kenapa seseorang bisa tidak merasa bahagia, lalu bagaimana cara mengatasinya?

Bahagia itu bersifat sementara, tentang apa yang sedang kita rasakan saat ini,

Tapi ada satu istilah berbeda, yaitu kepuasan hidup.

Rasa puas atas segala hal yang bisa kita kerjakan di masa lalu, dan itu sesuai harapan kita di hari ini.

Kepuasan hidup bertahan dalam jangka  waktu yang lama.

Jadi, orang yang sudah punya kepuasaan hidup, pasti pernah merasakan kebahagian, kerena meraka berhasil meraih apa yang mereka harapkan di masa lalunya.

Tapi orang yang bahagia, belum tentu mereka puas dengan hidupnya ketika kembali melihat masa lalu. Karena mereka banyak menemukan fakta yang tidak dikehendaki di hari ini.

Jadi, pada dasarnya yang menentukan bahagia atau puasnya diri kita adalah tentang bagaimana kita menghabiskan waktu dengan cara dan sudut pandang masing-masing.

Mulai tanyakan ke diri sendiri, apakah yang kita cari itu adalah kebahagiaan bersifat sementara atau keputusan dan tindakan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar.

Penghalang seseorang untuk menemukan kebahagiaannya


1. Memilih kesenangan yang bersifat sementara.

Banyak dari kita yang terjerumus dalam kesenangan sementara sehingga tidak bisa mencapai tujuan sesuai yang diharapkan.

Sebagai contoh

Saat kita punya tujuan untuk bisa menyelesaikan mengedit video dalam waktu satu hari. Tapi saat hari itu tiba, kita malah memilih untuk bermain game yang saat itu memang terasa menyenangkan,  bahkan lupa waktu, sampai sampai tujuan awal tidak terselesaikan.

Apabila kebiasaan seperti itu terus terpelihara, maka segala sesuatu yang kita rencanakan akan terus menumpuk, sehingga akan lebih terasa berat untuk dikerjakan, bahkan bisa sama sekali tidak dikerjakan.

Lalu apakah kita akan puas jika terus seperti ini?


2. Tidak mempunyai tujuan hidup

Saat hidup terasa hampa, pasti rasa bahagia terasa sulit untuk kita dapatkan.

Tidak mempunyai tujuan hidup adalah salah satu faktor yang membuat hidup kita terasa hampa, sehingga kita sulit untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karena apa yang kita dapat hari ini adalah rangkain pristiwa yang kita lakukan di masa lalu.

Jadi ketika kita melakukan sesuatu, tapi tidak ada hubungannya di masa depan ( karena tidak punya tujuan ), maka hanya ketidakpuasan hidup yang kita dapatkan.

Kebahagiaan bisa berdampak negatif apabila kita menjadikannya sebagai tujuan.

Karena sifat dari bahagia ini hanya sementara dan saat itu juga. Sehingga bisa saja saat ini kita merasa bahagia, tapi di kemudian hari, rasa bahagia yang kita rasakan saat ini, bisa menjadi penyesalan untuk masa mendatang.

Ketika kita selalu mengejar bahagia (yang bersifat sementara), dengan cara instan, tanpa memikirkan dampak untuk masa mendatang, apakah ketika kita sudah tua, akan merasa puas dari segala tindakan yang kita lakukan di masa lalu?


Nikmatilah hidup kita saat ini, bersyukur dengan segala yang kita punya, tentukan tujuan besar kita untuk masa depan, berhenti mengejar kebahagian yang hanya bersifat sementara, bijaklah dalam menggunakan waktu dengan segala tindakan untuk mendapatkan kepuasan hidup di masa mendatang nanti.