Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hasilkan Uang Dari Budidaya dan Bisnis Ikan Channa

Sebenarnya, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang Indonesia bertangan dingin yang jika sudah ingin melakukan sesuatu itu biasanya maka terjadi.

Tak terkecuali dengan mereka-mereka yang terjun dalam dunia hobi ikan hias. Selain memelihara ikan, mereka juga mengembangbiakannya sampai beranak pinak.

Waktu itu sempat ngetrend budidaya ikan cupang atau bisnis apapun yang mencakup ikan cupang. Dan yang sekarang sedang naik daun adalah ikan channa.


Banyak orang yang melihat peluang bisnis dari hits-nya ikan channa ini, sehingga mereka ingin mengembangbiakannya dan dijual kepada para penghobi, pecinta ikan hias jenis channa.

Tentunya hal itu bisa menambah pundi-pundi rupiah bagi mereka yang bisa breeding ikan channa, karena di era sekarang ini memang sedang naik-naiknya.

Bisa dibilang mengembangbiakan ikan channa itu tidak terlalu sulit, terbukti seperti apa yang tertulis di atas tadi, bahwa banyak orang Indonesia yang berhasil breeding ikan channa, baik itu yang lokal maupun yang hasil impor dari luar negeri.

Hal ini sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang baik ketika antar Lini saling mendukung. Dalam artian ketika mungkin nanti pasar di dalam negeri sudah tercukupi, seharusnya ada wadah yang bisa menampung hasil breeding dari para breeder untuk diekspor ke luar negeri.

Nah, Mungkin banyak yang bertanya Bagaimana sih cara merawat atau mengembangbiakan ikan jenis channa ini.

Untuk ikan channa sendiri, sebenarnya banyak sekali macamnya. Hampir bisa dibilang dari berbagai macam yang masuk ke negara Indonesia ini. sudah ada banyak orang yang berhasil mengembangbiakkannya.

Langkah pertama jika ingin breeding ikan channa tentunya kita harus menyiapkan sepasang ikan yang sudah siap secara ukuran, juga secara umur dan tentunya dari ikan itu sendiri yang sudah siap untuk dikawinkan.

Selain itu ada juga menjadi hal penting dalam proses berhasilnya breeding ikan channa. Sesuaikan wadah kemudian media apa saja yang mendukung ikan channa itu untuk nyaman ketika sedang melakukan perkawinan sampai ketika ikan channa itu mengeluarkan telur dari hasil perkawinannya.

Bisa dibilang untuk ikan jenis channa ini antara satu dengan yang lainnya untuk cara kawin kemudian prosesnya sampai bertelur tidak jauh beda antara ikan satu dengan ikan yang lainnya dengan ikan yang lainnya.

Sudah banyak sekali sumber referensi baik itu artikel maupun video yang membahas tentang tata cara cara untuk mengawinkan ikan channa supaya sampai berhasil bertelur.

Dan proses berikutnya setelah ikan channa berhasil bertelur adalah menetaskan telur telur dari ikan channa tersebut sampai berhasil menetas dan berubah menjadi larva larva ikan kecil.

Untuk hal ini, tentunya diperlukan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman untuk bisa berhasil merawat telur tersebut sampai menetas, sampai menjadi burayak dan hingga menjadi anakan ikan channa yang siap untuk dijual.

Poin utamanya tentunya adalah jangan sampai menyerah ketika mengalami kegagalan. Belajar dari kegagalan tersebut ambil hikmahnya dan aplikasikan proses belajar dari kegagalan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kembali lagi tentang ikan yang beredar di pasaran saat ini, ditambah banyaknya para breeder yang berhasil mengembangbiakan ikan hias yang semakin kesini tentunya pangsa pasar nya cuma itu-itu cuma itu-itu saja dalam artian masih di dalam satu negara.

Mungkin banyak breeder yang masih belum paham dan tahu tentang tata cara untuk ekspor ikan ke luar negeri. Syaratnya seperti apa, prosedurnya bagaimana, apa saja yang harus dilakukan, dan lain sebagainya.

Mungkin materi tentang cara ekspor ikan ke luar negeri itu masih sangat minim disosialisasikan. Terkhusus adalah ikan-ikan hias hasil breeding dari warga lokal yang pengetahuan tentang ekspor ikannya masih minim.

Mungkin tidak salah jika dikatakan Indonesia ini termasuk negara yang komoditi ekspor untuk ikan hiasnya masih terbilang cukup rendah.

Padahal seperti yang tertulis di artikel ini di awal-awal tadi bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia itu bertangan dingin salah satu contohnya adalah mereka bisa mengembangbiakkan ikan hias dan dan sebenarnya jumlahnya juga sangat banyak tapi masih banyak juga yang kebingungan tentang cara pemasaran dari hasil budidaya nya sendiri.

Dibilang sayang ya memang sayang tapi mau bagaimana lagi jika menyalahkan satu pihak pasti pihak yang lain juga akan menyalahkan pihak yang lainnya. Karena memang Siapa yang bertanggung jawab siapa yang mempunyai kebijakan, tidak tahu juga.